Langsung ke konten utama

MEMBUAT SCHEDULE BACKUP PADA SQL SEVER

SQL Server

Backup merupakan suatu proses menduplikasi data atau membuat data cadangan dari data yang ada, backup bertujuan untuk mengembalikan data apabila kita kehilangan data master selain itu backup juga berguna untuk membalikan data ke titik waktu tertentu.

Karena penting nya backup data, pada tulisan kali ini saya akan coba membagikan tulisan bagaimana membuat schedule backup pada SQL Server.

Buka SQL Server management studio kemudian konek ke database server nya

Schedule Backup pada SQL Server 2005

Setelah terkoneksi dengan database server pada Object Explorer pilih Management


Selanjutnya pilih sub menu “Maintenance Plans” kilik kanan-> New Maintenance Plan..


Jika pada saat memilih “New maintenance plan” mendapatkan error seperti itu maka kita harus menjalankan SQL Server Agent Service nya terlebih dahulu sebelum membuat maintenance plan dengan cara, klik kanan pada SQL Server Agen kemudian pilih start seperti tampak pada gambar di bawah ini




Ketika muncul dialog konfirmasi untuk menjalan kan SQL Server Agent pada server tersebut pilih Yes kemudian tunggu beberapa saat sampat service menyala, selanjutnya balik lagi ke langkah sebelumnya klik kanan pada Management -> maintenance plans -> New Maintenance Plans



Isi nama maintenance plan sesuai dengan prosess nya atau bisa anda namakan apa saja, saya sarankan di samakan dengan proses yang akan di eksekusi pada maintenance plans yang akan anda buat.


Klik OK untuk melanjutkan nya


Selanjutnya akan muncul tampilan seperti di atas, drag and drop task yang ingin di eksekusi, karena kita akan membuat schedule untuk backup database maka kita akan drag task “Back up Database Task” pada windows toolbox ke design area 



Selanjutnya pilih task Back up Database kemudian klik kanan dan Edit



 Ket :
  • Connection : Local Sevrer Connection
  • Database : Pilih database yang akan di backup
  • Backup to : Disk
Pada bagian Create a backup file for every database kita bisa memilih untuk membuatkan subdirectory untuk masing-masing datababase yang akan di backup, jika tidak kosongkan check box “Create subdirectory for each database” kemudian pada kolom Folder : tentukan path untuk menyimpan file backupan database tersebut selanjutnya jangan lupa untuk check “Verify backup integrity” kemudian klik ok.




Ok step Backup task sudah selesai selanjutnya kita akan membuat schedule untuk menjalankan backup plan tersebut, langsung saja pada bagian schedule pilihtombol browse



Selanjutnya untuk mengatur schedule backup database setiap hari pada jam 12 malam, lakukan perubahan sesuai tampilan di bawah ini



Ket :
  • Name : Isi dengan Nama schedule
  • Schedule type : Recurring
  • Frequency :
    • Occurs : set dengan pilihan Daily (Setiap Hari), Weekly (setiap minggu) atau monthly (setiap bulan)
  • Daily Frequency :
    • Occurs once at : pilih jam eksekusi maintenance plan tersebut, attau
    • Occurs every : pilih berapa jam atau berapa menit sekali maintenance plan akan di eksekusi
  • Duration
    • Start date : tentukan tangga pertama kali maintenance plan akan di eksekusi
    • End date : tentukan kapan terakhir kali maintenance akan di eksekusi atau tidak ada batasan waktu (artinya maintenance plan akan terus di eksekusi setiap harinya)

Selanjutnya save maintenance plan tersebu tdengan menekan icon save.


Pembuatan schedule backup database tiap hari telah selesai dilakukan, sekarang saatnya kita test maintenance plan tersebut. untuk mengetes nya pilih maintenance plan yang telah kita buat kemudian klik kanan dan execute



Terlihat pada gambar di atas tidak eksekusi maintenance plan berjalan suskses dan tidak ada pesan error, selanjutnya kita check pada foldet yang telah kita set sebagai tempat penyimpanan file tersebut.


Terlihat ada sebuah file backup dengan nama database TesDatabase lengkap dengan tanggal dan waktu nya.

Ok berarti kita telah benar-benar berhasil membuat schedule backup untuk database, selanjutnya adalah kita akan meng-set agar service SQL Server Agent berjalan secara otomatis ketika Windows menyala, ini bertujuan agar sewaktu2 pada saat terjadi power failure atau restart setelah update windows service bisa langsung menyala dan backup database tidak terhenti, maka dari itu kita mulai saja.

Tekan tombol Windows + R, kemudian ketikan "services.msc"



Cari service SQL Server Agent-> klik kanan properties



Selanjutnya pada Startup type pilih Automatic kemudian klik ok


Setelah itu maka service akan berjalan secara otomatis pada saat windows mengalami restart. Cheers!!



~~>>Terima Kasih<<~~

Komentar

  1. haloo kenapa ya saya install SQL server 2008 R2 kok gak ada Sql server Agent nya..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemungkinan pada saat installasi agent nya tidak ikut di pilih.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Troubleshoot Asus x200M yang Mati Total

Baru-baru ini saya mengalami masalah pada netbook saya netbook Asus x200M yang saya beli 2 tahun lalu mengalami masalah mati total pada saat di pakai, netbook tiba2 saja mati, saya coba charge pun indikator batery pada notebook tidak menyala sudah coba segala cara termasuk menekan tombol power sekita 5 -10 menit namun tetap tidak ada tanda-tanda kehidupan. Awal masalah di karenakan pada saat memakai notebook dengan tidak di carge mengalami low-battery kemudian saya coba carge namun saya lupa apakah listrik nya masuk ke netbook atau tidak, kemudian tiba-tiba saja netbook nya mati, tidak bisa di charge dan di hidupkan manual dengan cara menekan tombol power yang lama pun tidak bisa Karena kedua cara tersebut tidak berhasil dan berhubung saya tidak bisa cabut batery netbook di karenakan battery nya tidak plug and play (unremovable) maka saya putuskan pergi ke tempat sevice namun beberapa tempat service mengatakan bahwa netbook saya mengalami kerusakan pada IC Powernya dan harus

Step by step Installasi SQL Server 2012 Express with Tools

Setelah pada tulisan terdahulu saya menulis tentang step by step installasi SQL Server 2005 dan 2008 Express , kali ini saya akan mencoba sharing bagaimana menginstall SQL Server 2012 . Sama seperti para pendahulu nya pada SQL Server 2012 memerlukan spesifikasi hardware khusus dan beberapa software harus telah terinstall pada komputer. Baca juga artikel lainya di blog ini: Cara Membuat dan Menghapus Database SQL Server Perbedaan SQL Server Authentication dan Windows Authentication MEMBUAT SCHEDULE BACKUP PADA SQL SEVER Bagaimana Cara Install SQL server 2016 Express di Windows Menyembunyikan user database pada SQL Server ke public user Cara Install SQL Server 2012 SQL Server Tutorial Kebutuhan Processor, memory dan Sistem Operasi : Processor Minimum  X86 processor : 1 GHz  X64 processor : 2 GHz  Rekomendasi Untuk kecepatan prosessor lebih tinggi lebih baik, rekomendasi dari Microsoft sendiri adalah 2.0 GHz atau lebih.  Memory Minimum  Edisi SQL Server Express : 51

Perbedaan User dan Login pada SQL Server

Pada tulisan kali ini saya akan membahas mengenai perbedaan login dan user pada SQL Server, microsoft memperkenalkan teminologi baru pada SQL Server, yaitu pada Server dan pada database nya sendiri sehingga jika di gambarkan akan seperti berikut: login = Server user = database Baca juga artikel lainya di blog ini: Cara Membuat dan Menghapus Database SQL Server Perbedaan SQL Server Authentication dan Windows Authentication Step by step Installasi SQL Server 2012 Express with Tools Bagaimana Cara Install SQL server 2016 Express di Windows Menyembunyikan user database pada SQL Server ke public user Cara Install SQL Server 2012 SQL Server Tutorial Jadi jika di lihat dari gambaran di atas, login di gunakan untuk akses ke Server SQL nya dan user di gunakan untuk mengakses database yang ada di dalam nya, mungkin untuk lebih jelasnya bisa melihat gambar di bawah ini; Untuk lebih jelasnya kita coba langsung pada SQL Server nya, pertama-tama buka SQL Server Management studio d

Set Default printer "Error 0x00000709: Can’t Set Default Printer"

Beberapa hari yang lalu saya mempunyai masalah dengan printer printer yang baru saya set di komputer client tidak bisa di jadikan default printer, setelah saya coba cari tau, ternyata untuk mengatasi masalah itu cukup simple. ok jika sobat mengalami hal yang sama seperti saya untuk menyelesaikan masalah tersebut kita perlu menghapus satu key pada register pc, ok langsung kita buka Register Editor dengan cara RUN-> Regedit Win+R -> ketik Regeditegedit Delete key "Device" pada HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Windows Jika tidak bisa menghapus key tersebut, set permission dulu untuk key tersebut, caranya pilih menu Edit->Permission Setelah key tersebut berhasil di delete, restart PC atau notebook yang di gunakan kemudian coba set default printer lagi ~~>>Terima kasih<<~~